Teruntuk kamu, yang di anugerahkan Allah untuk ku cintai, ku kasihi dan ku sayangi.
teruntuk kamu, yang selalu ku nanti, ku fikirkan, ku bayangkan
teruntuk kamu, Hidayat Anshari Rambe
hanya kamu, kamu dan KAMU !
entah berapa kali air mata ini mengalir dengan derasnya jika hati pun tak mau di tenangkan,
sesak, sakit, kenangan mengharu biru membentang
seolah tak ingin hilang sekejap saja.
terkasih, aku mengutuk jarak dan penghalang yang memisahkan kita saat ini,
dan untuk waktu yang sangat lama,
aku tertegun, pedih, perih
menanti kabar dari mu yang berada 659 KM dariku.
aku mengerti, ini cobaan untuk hatiku
tapi apakah hatimu juga sesepi hatiku yg menunggumu ?
masih pantaskah aku berharap padamu ?
aku tau, kau pergi untuk masadepan dan cita-cita
'untuk masadepan kita' aku ingat kata-kata itu.
tapi kenapa aku meragu ?!
apa kau mengingatku di hiruk pikuknya pendidikan kepolisianmu itu ?
dan jika kelak kau telah menyandang cita-cita kebanggaanmu
apa kau ingat aku yang pernah ada saat kau menuju impianmu ?
bahkan sampai sekarangpun, satu huruf pun tak ku dapat kabar darimu
pernah kau merasa ssakit menunggu antara ragu dan harap ?!
tapi bodohnya aku seberapa sakitpun yang ku rasa
aku tetap menunggu dan berharap
menghitung detik, jam, hari
tak jua kau datang mengobati rindu ini
rinduku, semoga kau baik-baik saja disana
aku selalu berharap kau tidak lupa padaku
yaa aku, A K U
aku yang mencintaimu tanpa alasan
Aku sangat berharap
Allah tak merubah hatimu,
aku berharap Allah sang pemilik hati
tetap membuat hatimu mencintaiku dan menyayangiku tulus
karenaNya,
Yaa Habibi, Ana Uhibbuka Fillah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar