Kamis, 12 Juni 2014

Rindu yang tak berujung

Teruntuk kamu, yang di anugerahkan Allah untuk ku cintai, ku kasihi dan ku sayangi.
teruntuk kamu, yang selalu ku nanti, ku fikirkan, ku bayangkan
teruntuk kamu, Hidayat Anshari Rambe
hanya kamu, kamu dan KAMU !

entah berapa kali air mata ini mengalir dengan derasnya jika hati pun tak mau di tenangkan,
sesak, sakit, kenangan mengharu biru membentang
seolah tak ingin hilang sekejap saja.

terkasih, aku mengutuk jarak dan penghalang yang memisahkan kita saat ini,
dan untuk waktu yang sangat lama,
aku tertegun, pedih, perih
menanti kabar dari mu yang berada 659 KM dariku.

aku mengerti, ini cobaan untuk hatiku
tapi apakah hatimu juga sesepi hatiku yg menunggumu ?
masih pantaskah aku berharap padamu ?

aku tau, kau pergi untuk masadepan dan cita-cita
'untuk masadepan kita' aku ingat kata-kata itu.
tapi kenapa aku meragu ?!
apa kau mengingatku di hiruk pikuknya pendidikan kepolisianmu itu ?

dan jika kelak kau telah menyandang cita-cita kebanggaanmu
apa kau ingat aku yang pernah ada saat kau menuju impianmu ?
bahkan sampai sekarangpun, satu huruf pun tak ku dapat kabar darimu

pernah kau merasa ssakit menunggu antara ragu dan harap ?!
tapi bodohnya aku seberapa sakitpun yang ku rasa
aku tetap menunggu dan berharap
menghitung detik, jam, hari
tak jua kau datang mengobati rindu ini

rinduku, semoga kau baik-baik saja disana
aku selalu berharap kau tidak lupa padaku
yaa aku, A K U
aku yang mencintaimu tanpa alasan

Aku sangat berharap
Allah tak merubah hatimu,
aku berharap Allah sang pemilik hati
tetap membuat hatimu mencintaiku dan menyayangiku tulus
karenaNya,

Yaa Habibi, Ana Uhibbuka Fillah :)

Minggu, 08 Juni 2014

Allah, terasa sesak dan penat hati ini :(

yaa Allah, disaat aku hilang harapan aku tak tau lagi kemana menuju kecuali padaMU. berikan jalan yaa Allah, jalan yg kau ridhoi.
aku yg yang hina ini berlumur dosa, seolah tak terampuni. tapi sungguh yaa Allah, hanya kepadaMu hati ini dapat berlabuh, karna sungguh Engkau yg berkuasa atas diri ini.
Wahai Allah pemilik hati, sudilah kiranya Engkau membelai hati ini, beri ketabahan dan kekuatan kepada hati ini.
yaa Allah sungguh lelah dan tak berdaya lagi hati dan fikiran ini menanggung derita seolah tak berakhir. hamba hina ya Allah, hamba tak berguna.
Ampuni hamba yaa Allah, sejukkanlah hati ini. ampuni hamba yg terlalu berharap kepada manusia yg bercorak cinta manusiawi.
hamba lelah yaa Allah, tapi hamba tak mampu untuk berhenti.
hanya Engkau yang tahu yaa Allah, hanya Engkau yang tahu.

Allah yaa Robbi, disaat hamba tahu tiada cinta sejati kecuali pada cintaMu, ampuni hamba jika datang kepadaMu setelah merasa sesak dan sedih yang tak berujung.
Belai lah hati ini yaa Rabb, sejukkanlah hati. sudilah kiranya engkau mengobati hati yang terlanjur kecewa karna keraguan dalam penantian.

Allah, sesungguhnya cinta itu adalah anugerahMu, ampuni hamba jika salah menerapkannya.
hamba lemah yaa Allah, hamba hilang arah.
hamba tak mampu mengambil sikap.
hamba tak mampu melupakannya, tapi hati pun lelah bertahan dalam penantian yaa Allah.

Ampuni hamba, sudilah kiranya Engkau memberi jalan yg Kau ridhoi.
Buat dia jodoh hamba yaa Rabb. sungguh hanya Engkau yang mengerti.
ampuni hamba bila mengeluh yaa Allah.
hamba tau, Engkau tak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan hambaMu, tapi hamba serasa tak sanggup ya Allah.
Ampuni hamba yaa Allah, ampuni hamba yaa Rabb, Ampuni hamba banyak meminta dan mengeluh kepadaMu.
sayangi hamba ya Allah, jangan tinggalkan aku sendiri :'(
Engkau yg maha tau :'(

Selasa, 03 Juni 2014

menunggunya pendidikan kepolisian selama 7 bulan

Pada hari minggu tanggal 1 juni 2014 kemarin, dia pergi pendidikan kepolisian selama 7 bulan. sumpah gue stress banget mikirin apa yg akan gue lakuin selama 7 bulan gak dapat kabar dari dia. selama 7 bulan pendidikan memang di larang bawa alat elektronik termasuk hp. gue menghitung hari jadinya. pertanyaan di kepala gue itu banyak banget. seperti "dia sehat gak ?", "dia ingat gue gak ?" , "apa yg akan gue lakuin selama 210 hari nunggu dia ?".

dari awal kami emang udah LDR selama 20 bulan. tapi setiap malam pasti selalu webcam atau telfonan sampai tertidur. lebay sih, tapi gue nyaman dengan dia. sampai tadi pagi, gue masih nangis ngingat dia. nyesek bener ngerasain rindu yg gue gak tau harus ngadu ke siapa kecuali ALLAH :(

Ditambah lagi kami itu pacaran di larang adat tapi sah dalam agama, orangtua kami ngelarang, tapi anehnya kami nekat aja pacaran karna bagi kami yg penting sah dalam agama dan keyakinan kami. disisi lain gue takut dia bakalan ninggalin gue, dia bakal gak akan ngasih kabar ke gue. tapi selama yg gue tau dia gak pernah ingkar janji. gue bingung nentuin sikap. haruskah gue lupain dia ? haruskah gue ninggalin dia ? 

kami pacaran 20 bulan, dan baru bulan kemarin ketahuan sama orangtua, kami di suruh pisah dan putus. tapi kami lanjutin hubungan ini. dia janji bakal jemput gue kalau gue udah siap. dia bilang dia gak main-main sama gue. tapi kenapa hati gue masih takut kehilangan dia ? :'(
gue takut setelah dia sukses dia bakalan ninggalin gue dan lupa sama janjinya :'(

setiap gue pengen ninggalin dia, hati gue sakit, ada rasa gak sanggup dan gak tega. hati gue nyesek, antara kangen dan takut bakalan harapan semu doang nungguin dia selama 7 bulan ini :(

ini baru hari ke tiga dia gak ngabarin gue karna pendidikan kepolisian, tapi rasanya waktu lama bener berjalan :'(
gue gak sanggup lagi menghitung hari, 3 hari ini gue selalu bangun tengah malam, gak sadar gue nangis. nyesek banget rasanya.

gue ingat pesan dia sebelum pergi pendidikan lewat telfon " jangan tinggalin shalat, jangan telat makan, jangan nakal-nakal, jaga kesehatan, tetap semangat"

dia bilang "ini untuk masa depan kita, itu bukan waktu yg lama. sabar yaa"

TAPI KENAPA RASANYA GUE GAK SANGGUP YAA ALLAH ?! :'(